Selasa, 11 Mei 2010

Penyakit yang menyertai kehamilan dan persalinan

Pada persalinan kala II,diafragma dan paru-paru dapat membantu mempercepat persalinan dengan jalan mengedan dan menahan nafas. Dengan demikian penyakit paru-paru perlu mendapat perhatian karena selama hamil paru-paru penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin melalui pertukaran CO2 dan O2. Gangguan dan fungsi paru-paru yang berat sebagai penyalur O2 dan pengeluaran CO2 dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhhan janin sampai dengan keguguran.












Pada proses yang aktif, ibu hamil dengan tuberkolosis sebaiknya jangan dicampur dengan ibu yang sakit untuk mencegah pendarahan. Pertolongan persalinan dapat di bantu mempercepat kelahiran dengan tindakan operasi pervaginam atau secsio cecarea. Oleh karena itu, bidan yang menghadapi penyakit tuberkolosis aktif dengan kehamilan sebaiknya merujuk penderita ketempat yang memiliki fasilitas cukup. Ibu dengan tuberkolosis aktif tidak dibenarkan untuk memberikan asi karena dapat menularkan pada bayi. Bayi perlu dikonsultasikan pada dokter anak untuk mendapatkan pengawasan dan faksinasi BCG.

PENANGANAN

Penyakit asma dan kehamilan kadang-kadang bertambah berat atau berkurang. Dalam batas yang wajar peyakit asma tidak banyak pengaruhnya terhadap kehamilan. Penyakit asma yang berat dapat berpengaruh pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim melalui gangguan pertukaran O2 dan CO2. Pengawasan hamil dan pertolongan dapat berlangsung biasa, kecuali terdapat indikasi pertolongan persalinan dengan tindakan operasi. Bila bidan berhadapan dengan kehamilan disertai asma sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat melakukan pengawasan bersama. Penderita pendidik untuk menutup mulut dan hidungnya bila batuk,bersin.dan tertawa.

PENYAKIT GINJAL DAN SALURAN KEMIH (TRACTUS URINARIUS)

Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomi ginjal dan saluran kemi,yang seringmenimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik dan hasil pemeriksaan labotorium. Apabila hal itu tidak diperhatikan dan diperhitungkan ada kemungkinan salah membuat diagnosis,sehinga dapat merugikan ibu dan janin.

PERUBAHAN FUNGSI

Segera sesudah konsepsi,terjadi peningkatan aliran plasenta dan (RENAL PLASMA PLOW =RPF) dan tingkat filtrasi glomerolus (GLOMERULUS FITRATION RATE =GFR). Sejak kehamilan trimesterbke II GFR akan meningkatkan sampai 30-50%, diatas nilai normal wanita tidak hamil akibatny terjadi penurunan dan kadar kreatinin serum dam dan urea nitrogen darah.


SISTITIS

Sistitis adalah peradangan kandung kemih tanpa disertai radang bagian atas saluran kemih sistitis ini cukup sering dijumpai dalam kehamilan dan nifas. Kuman penyebab utama adalah coli. Disamping dapat pula oleh kumun-kuman lain factor predisposisi lani kadang adalah uretra wanita yang pendek sistokel, adanya sisa air kemih yang tertinggal,disamping penggunaan kateter yang sering dipakai dalam usaha mengeluarkan air kemih dan pemeriksaan genikologi atau persalinan.

Gejala-gejala sistitis khas sekali,yaitu kencing sakit (DISURIA) terutama pada akhir berkemih, meningkatnya frekuensi berkemih dan kadang-kadang disertai nyeri dibagian atas simfisis,perasaan ingin berkemih yang tidak dapat ditahan air kemih kadang-kadang terasa panas, suhu badan mungkin normal atau meningkat,dan nyeri sipra simfisis. Pada pemeriksaan labotorium,biasanya ditemukan banyak leukosit dan eritrosit dan kadang-kadang dijumpai hematuria,sedangkan protirunia biasanya tidak ada.

Sistitis dapat diobati dengan surfonamit, amficilin, ertromosin. Perlu diperhatikan oab-obat lain yang baik digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih, akan tetapi mempunyai pengruh tidak baik bagi janin, atau pun bayi dan ibu.

PIELONEFRITIS AKUTA

Pielonefritis akuta merupakan salaah satu komplikasi yang sering dijumpai dalam kehamilan dan frekuensinya, kira-kira 2 %, terutama pada kehamilan terakhir dan permulaan masa nifAas penyakit ini biasanya disebabkan oleh eseherichia coli.

Gejala-gejala penyakit biasanya timbul mendadak, wanita hamil yang sebelumnya merasa sakit sedikit pada kandungn kemih, tiba-tiba menggigil, badan panas dan rasa nyeri dipunggung (ANGULUS COSTORE TEBRALIS) terutama disebelah kana. Nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, diare, dan dapat pula jumlah urine sangat berkurang atau oliguria. Pada pemeriksaan air kemih ditemukan banyk sela-sela leukosit dan sering bergumpal-gumpal, silinder, sel darah, dan kadang-kadang ditemukan bakteri (E.COLI).

Pengobatan pielonefritis akuta, penderita harus dirawat, istirahat berbaring, dan diberikan cukup cairan dan antibiotika disesuaikan dengan hasil kepekaan tersebut.

PIELONEFRITIS KORNIKA

Prognosir bagi ibu dan janin tergantung dari luasnya kerusakan jaringan ginjal. Penderita yang hepertensi dan infufisiensi ginjal mempunyai prognosis buruk penderita ini sebaiknya tidak hamil,karena beresiko tinggi.

GROMERULUS NEFRITIS AKUTA

Gromerulus nefritis akuta jarang dijumpai pada wanita hamil. Penyakit ini dapat timbul setiap saat dalam kehamilan,dan penderita nefritis dapat menjadi penybab biasanya streptokolus beta-haemolyticus jenis A. sering ditemukan bahwa penderita pada saat yang sama atau beberapa minggu sebelunnya penderita infeksi jalan pernafasan.

Apa bila penyakitnya diketahui dalam triwulan III,maka perbedaan dengan pre-eklamsia dan eklamsia selalu harus dibuat.Pemeriksaan air kencing menghasilkan sebagai berikut :serinh protenuria, ditemukan eritrosit dan silinder hialin, silinder korel dan silinder eritrosit.

Pengobatan sama dengan diluar kehamilan dengan perhatian khusus, istirahat baring, diet yang sempurna dan rendah garam, pengendalian hipertensi serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Untuk pemberantasan infeksincukup diberi penicillin.

GROMERULO NEFRITIS KRONIKA

Pada pemeriksaan kehamilan pertama dapat dijumpai protenuria. Diagnosis mudah dibuat bila dijumpai protenuria,cedimen yang tidak normal, dan hepirtensi. Apa bila gejala-gejala penyakit baru timbul dalam kehamilan yang sudah lanjut, atau ditambah dengan pengaruh kehamilan (SUPER INPOSET PRE-EKLAMSIA) maka lebih sulit untuk membedakannya dari per-eklamsia murni. Suatu cirri tetap ialah makin memburuknya fungsi ginjal karena makin lama makin banyak kerusakan yang di derita oleh gromerulus-gromerulus ginjal,bahkan sampai terapi tingkatv akhir,yakni apa yang disebut kisut. Penyakit ini dapat menampakkan diri dalam 4 macam :

1. Hanya dapat protenuria menetap dengan atau tanpa kelainan cedimen

2. Dapat menjadi jelas sebagai sindroma nefrotik

3. Dalam bentuk mendadak seperti pada gromerulus nefritis akuta, dan,

4. Gagal ginjal sebagai penjelmaan pertama.

SINDROMA NEFROTIK

Sindroma nefrotik yang dahulu dikenal dengan nama nefrosis ialah suatu kumpulan gejala yang terdiri atas odema protenuria (lebih dari 5 gr sehari), hipoalbominemia dan hiperkolesterolmia. Mungkin sindroma ini mengakibatkan oleh reaksi antigen anti bodi dalam pembuluh-pembuluh kapiler glomerulus. Penyakit-penyakit yang dapat menyertai sindroma nefrotik ialah, glomerulus garis nefritis kronika atau paling sering lups eritematosus,diabetes malitus,amiloidosis,cipilis dan thrombosis vena renalis. Selain itu sindroma ini dapat pula timbul akibat keracuan logam berat ( timah,air raksa,obat-obat anti kejang serta racun serangga).

Apabila kehamilan disertai sindroma nefrotik,maka pemakaian serta pronagsis ibu dan anak tergantung pada factor penyebabnya dan pada berat insupiensi ginjal. Sedapat mungkin factor penyebabnya harus di cari jikalau perlu dengan operasi ginjal.

GAGAL GINJAL DALAM KEHAMILAN

Gagal ginjal mendadak (acute renal pailure) merupakan koruplikasi. Dalam memilih yang sangat gawat dalam kehamilan dan nifas,karena dapat menimbulkan kematian,atau kerusakan fungsi ginjal yang tidak bisa sembuh lagi. Kelainan ini di dasari oleh 2 jenis patologi :

1. Nekrosis tubular akut, apabila susunan ginjal mengalami kerusakan

2. Nekrosis kortikal bilateral apa bila sampai kedua ginjal yang menderita.

Penderita yang mengalami gagal ginjal mendadak ini sesring pada kehamilan muda sampai 12 – 18 mg, dan kehamilan telah cukup bulan. Pada kehamilan muda sering sering disebabkan oleh abortus septic yang disebabkan oleh bakteri chostidic welchi atau steptokos. Gambaran klinik yaitu berupa sepsis dan adanya (dise=disseminated intravaseular eoagulation)sehingga terjadi necrosis tubular yang akut.kerusakan ini dapat sembuh kembali bila kerusakan tubulus tidak terlalu luas dalam waktu 10-14 hari.sering kali dilakukan histerektomi untuk mengatasinya,akan tetapi ada peneliti yang menganjurkan tidak perlu melakukan operasi histerektomi tersebut asal pada penderita diberikan antibiotika yang kuat intensif serta dilakukan dialis terus menerus sampai fungsi ginjal baik.penderita dapat meninggal dalam waktu 7-14 hari setelah timbulnya anuria kerusakan jaringan dapat terjadi dibeberapa tempat yang tersebar atau keseluruh jaringan ginjal.

Gagal ginjal dalam kehamilan ini dapat dicegah bila dilakukan:

1.penanganan kehamilan dan persalinan dengan baik

2.perdarahan shoc dan infeksi segera diatasi atau diobati dengan baik

3.pemberian dengan transfuse darah dengan hati-hati

BATU GINJAL DAN SALURAN KEMIH (UROLISIATIS)

Batu saluran kemih dalam kehamilan adalah biasa frekuensinya sangat sedikit 0,03-0,07%.walaupun demikian perlu juga diperhatikan karena urolisiatis ini dapat mendorong timbulnya infeksi saluran kemih,atau menimbulkan keluhan pada penderita berupa nyeri mendadak ,kadang-kadang berupa kolik ,dan haematuria.

GINJAL POLIKISTIK

Ginjal polikistik merupakan kelainan bawaan dalam (heriditer) kehamilan pada umunya tidak mempengaruhi perkembangan pembentukan kista pada ginjal begitu pula sebaliknya ,akan tetapi bila fungsi ginjal kurang baik,maka kehamilan akan memperberat atau merusak fungsinya sebaiknya wanita yang telah mempunyai kelainan sebaiknya tidak hamil karena kemungkinan komplikasi akibat kehamilan selalu tinggi .

TUBERKOLOSIS GINJAL

Jarang dijumpai ibu hamil dengan tuberkolis ginjal walaupun dalam literature disebutkan ada.kehamilan akan mempengaruhi TBC ginjal tersebut bila tidak di obati .TBC pada ginjal dapat hamil terus asal fungsi ginjalnya baik.terafi TBC Ginjal sampai dengan TBC organ-organ lain.untuk membuat diagnosis TBC ginjal diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus.

KEHAMILAN PASCA NEFRECTOMI

Pada penderita yang mempunyai satu ginjal karena kelainan congenital atau pasca nefrectomi,dapat atau boleh hamil sampai atermasal fungsi ginjalnya normal. Perlu pemerilsaan fungsi ginjal sebelum hamil dan selama kehamilan serta di awasi dengan baik, karena kemungkinan timbulnya infeksi saluran kemih. Persalinan dapat berlangsung pervaginam kecuali dalam keadaan tertentu.

KEHAMILAN TRANSPLANTASI GINJAL

Akhir-akhir ini terdapat laporan tentang kehamilan sampai cukup bulan ,setelah wanita mengalami transplantasi ginjal.prognosisnya cukup baik bila ginjal yang diimplentasikan tersebut berasal dari donor yang hidup selama kehamilan mungkin timbul komplikasi pada ibu dan janinnya kira-kira 50% kehamilan akan berakhir dengan kelahiran premature ,dan mungkin timbul komplikasi hipertensi .proteinuria atau infeksi saluran kemih pada ginjal sedini mungkin dapat timbul kerusakan yang sifatnya dapat pulih kembali normal sebaiknya tentu wanita ini tidak hamil lagi,Davidson dan DKK mengajukan 8 kriteria yang harus dipenuhi oleh seseorang wanita yang telah mendapat transplantasi ginjal diperbolehkan hamil :

1.Kesehatan penderita dalam keadaan baik dalam waktu 1-2 tahun setelah mendapat transplantasi ginjal

2.Tidak ada kontra indikasi untuk hamil

3.Tidak ada proteinuria

4.Tidak ada tanda-tanda penolakan graf

5.Fungsi ginjal harus baik ,dengan hasil pemeriksaan laboratorium didapat kadar kreatinin darah antara 0,8-2 mg/ml

6.Tidak ada tanda-tanda bendungan ,yang dibuktikan dengan pemeriksaan urogran

7.Tidak ada tanda-tanda hipertensi

8.Mendapat terafi

Prednison 10-15minggu/hari,adzothiopin 2-3 mg/kg BB/hari perhari

KEHAMILAN DISERTAI PENYAKIT JANTUNG

Kehamilan disertai penyakit jantung selalu saling mempengaruhi karena kehamilan memberatkan penyakit jantung dan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam rahim .jantung yang normal dapat menyesuaikan diri terhadap segala perubahan jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh kehamilan ,yaitu dorongan diafragma oleh besarnya hamil sehingga dapat mengubah posisi jantung dan pembuluh darah dan terjadi perubahan dari kerja jantung:

1.Pengaruh peningkatan hormone tubuh saat hamil

2.Terjadi Hemodulasi darah dengan puncaknya pada kehamilan 28-32 minggu

3.Kebutuhan janin untuk pertumbuhan dan perkembangan dalam rahim

4.Kembalinya darah segera setelah plasenta lahir dan kontraksi rahim dan peredaran plasenta

5.Saat post partum sering terjadi Infeksi

Pada kehamilan dengan penyakit jantung secara klinis dibagi menjadi 4 stadium :

Kelas I.1.Tanpa gejala tanpa kegiatan biasa

2.Tanpa batas gerak biasa

Kelas II.1.waktu istirahat tidak terdapat gejala

2.Gerak Fisik terbatas

3.Gejala payah jantung dalam bentuk cepat lemah ,palpitasi ,sesak napas dapat nyeri dada edema tungkai atau tangan

Kelas III.Gerakan sangat terbatas karena gerak yang minimal saja telah menibulkan payah jantung

Kelas IV.Dalam keadaan istirahat sudah terjadi payah jantung ,penyakit jantung bersamaan dengan kehamilan mungkin dijumpai secara kebetulan keluhan utama yang di kemukakan cepat mersa lelah.jantung nya berdebar-debar ,sesak napas apalahgi disertai sianosis (kebiruan,odema tungkai atau terasa berat dalam kehamilan muda).Mengeluh tentang bertambah besarnya rahim yang tidak sesuai.

PENYULIT KEHAMILAN DISERTAI PENYAKIT JANTUNG

Pada kehamilan terdapat peningkatan denyut jantung ibu untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan janindalam rahim sekitar 10 denyut.Setiap menit sehingga selama hamil akan terjadi penngkatan selama sebanyak 41.172.000 denyutan bagi jantung yang normal .peningkatan tersebut dapat diimbangi sehingga tidak mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.pada penyakit jantung yang disertai kehamilan pertambahan denyut jantung dapat menguras cadangan kekuatan jantung sehingga keadaan payah jantung puncak.keadaan payah jantung itu akan dijumpai pada waktu :

1.puncak hemodulusi drah minggu ke 28-32

2.pada saat infartu

3.pada saat plasenta lahir,darah kembali ke peredaran darah umum dalam jumlah besar untuk membentuk ASI

4.Saat lactasi karena kekuatan jantung diperlukan untuk membentuk ASI

5.Terjadinya perdarahan post partum sehingga diperlukan kekuatan ekstra jantung untuk dapat melakukan konfensasi .

6.Mudah terjadi Infeksi post partum,yang memerlukan kerja tambahan jantung .

Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim bentuk :

1.Dapat terjadi Keguguran

2.persalinan prematuritas atau berat lahir rendah.

3. kematian prenatal yang makin meningkat.

4. Pertumbuhan dan perkembangan bayi mengalami hambatan intelegensia atau fisik.

Dalam perkembangan pertolongan persalinan kehamilan dengan disertai penyakit jantung dengan kelas I dan II masih dapat diperkenankan untuk persalinan pervaginam.

Bila bidan mencurigai terhadap penyakit jantung pada kehamilan sebaiknya melakukan rujukan atau konsultasi pada Dokter pertolongan persalinan hamil disertai penyakit jantung dengan resiko tinggi sebaiknya dilakukan di RS dengan fasilitas yang mencukupi.

Dalam pembatasan kehamilan dan kelahiran penderita penyakit jantung sebaiknya mempergunakan kontap. Pemakaian metode lainnya selalu memberikan gangguan terhadap kerja jantung.


DIABETES DALAM KEHAMILAN.

Dalam kehamilan perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasukan makanan pada janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hamper menyerupai kadar darah Ibu. Insulin Ibu tidak dapat mencapai janin, sehingga kaddar gula Ibu yang mempengaruhi kadar janin,pengendalian kadar gula terutama dipengaruhi oleh Insulin, disamping beberapa hormone lain estrogen, steroid dan placenta lactogen. Akibatnya lambatnya resopsi makanan maka terjadi hyperglikemia yang relative lama ini meneuntut kebutuhan insulin menjelang aterm kebutuhan insulin meningkat sehingga mencapai kesehatan dari keadaan normal,hal ini disebut sebagi tekanan Diabetazenik dalam kehamilan. Secara fisiologi telah terjadi resistensi insulin yaitu bila ia ditambah dengan insulin eksogen ia tidak mudah menjadi Hypoglikemia. Yang menjadi masalh ialah bila seorang Ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin sehingga ia telah hipoinsulin yang mengakibatkan hipoinsulin yang mengakibatkan hypoglikemia atau diabetes kehamilan. Penyakit gula merupakan penyakit keturunan dengan ciri kekurangan atau tidak terbentuknya insulin,yang sangat penting untuk metabolism gula dan pembentukan glikogen akibatnya kadar gula dalam darah tinggi yang dapat mempengaruhimetabolisme secara menyeluruh dan mempengaruhi pula dan perkembangan janin kemungkinan atau dugaan pula penyakit gula makin tinggi terjadi pada umur penderita yang makin tua pada multiparitas penderita gemuk, Kelainan anak lebih dari 4000 Gr, riwayat kehamilan yang mengalami sering meninggal dalam rahim,sering mengalami keguguran bersifat keturunan pada pemeriksaan terdapat gula dalam urine.

Kejadian penyakit gula dalam kehamilan serapat memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Pengaruh kehamilan, persalinan dan nifas terhadap gula diantaranya

* Keadaan pradiabetes lebih jelas menimbulkan gejala pada kehamilan persalinan dan nifas.

* Penyakit diabetes atau gula semakin berat

* Saat persalinan karena memerlukan tenaga yang besar, dapat terjadi deabetikum.

2. Pengaruh penyakit gula terhadap kehamilannya diantaranya

* Dapat terjadi gangguan pertumbuhan jainin dalam rahim

* Terjadi keguguran, persalinan premature, kematian dalam rahim, lahir mati atau bayi besar.

* Dapat terjadi hidramion

* Dapat terjadi pre-eklamsia dan eklamsia

3. Pengaruh penyakit terhadap persalinannya

* Gangguan kontraksi otot rahim yang menimbulkan persalinan lama atau terlantur

* Janin besar dan sering memerlukan tindakan operasi.

* Gangguan pembuluh darah plasenta yang menimbulkan aspeksia sampai kahir mati.

4. Perdarahan Post Partum karena gangguan otot rahim

* Post partum mudah terjadi infeksi

* Bayi mengalami hipoglesimia post partum dan dapat menimbulkan ekmatian.

Bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan ditengah masyarakat dapat

menduga kemungkinan penyakit gula dengan melakukan pemeriksaan.

1.Anamese

· Riwayat keluarga yang banyak mengidap penyakit gula

· Terdapat keluhan :terias penyakit gula yaitu banyak minum atau polidiksi banyak kencing atau poliuria banyak makan atau polipagi.

· Riwayat kehamilan ,nifas,yang buruk sering keguguran persalinan prematuritas,kematian janin dalam rahim atau lahir mati berat bayi yang besar

· Urin sering dirajang semut.

pemeriksaan tes gula pada urin

Dengan dugaan penyakit gula maka selanjutnya bidan dapat melakukan konsultasi dengan dokter,puskesmas,atau rumah sakit.

5. Terjadinya perdarahan post partum sehingga diperlukan kekuatan ekstra jantung untuk dapat melakukan konvensasi.

6. Mudah terjadi infeksi post partum yang memerlukan kerja tambahan jantung.

Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim dalam bentuk yaitu :

1. Dapat terjadi keguguran

2. Persalinan prematuritas atau berat badab lahir rendah

3. Prenatal yang makin meningkat

4. Pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi mengalami hambatan intelengensia atau fisik.

Dalam perkembangan pertolongan persalinan kehamilan dengan disertai penyakit jantung pada kehamilan sebaiknya melakukan rujukan atau konsultasi pada dokter pertolongan persalinan hamil disertai penyakit jantung dengan resiko tinggi sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang mencukupi.

Dalam pembatasan kehamilan dan kelahiarn menderita penyakit jantung sebaiknya menggunakan kontap. Pemakaian sebaiknya dipergunakan selalu memberikan gangguan terhadap kerja jantung .

ASMA BRONKIALE

Asma bronkiale merupakan salah satu penyakit saluran nafas yang sering di jumpai dalam kehamilan dan persalinan. Pengaruh kehamilan terhadap timbulnya serangan asma tidaklah selalu sama pada setiap penderita.

Faktor pencetus timbulnya asma,antara lain zat-zat alergi infeksi saluran nafas pengaruh udara dan factor psikis penderita selama kehamilan perlu mendapat pengawasan yang baik,biasanya penderita mengeluh nafas pendek,berbunyi,sesak dan batuk-batuk.dignosis dapat di tegakkan seperti asma diluar kehamilan.

REFRENSI

MANUABA,IDA BAGUS ADE,Ilmu kebidanan, penyakit jantung dan berencana untuk pendidikan bidan : Jakarta:EGC,1998

WINKJOSASTRO,HANIFA,Ilmu kandungan edisi 3 cetakan 9,Jakarta :YBP-SP,2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar